6 Feb 2018
7 Okt 2017
16.11
No comments
Cerita Cintaku
Aku tahu, cerita
cinta di dunia ini, tidaklah sama
Seperti cerita
romantis di film film pada umumnya
Mungkin aku juga
punya cerita
Cerita cintaku dengan
dia yang kusuka
Melewati begitu
banyak kebersamaan dan bahagia
Cerita itu juga
sangat luar biasa
Cerita itu bisa
merubahku jadi orang yang berbeda
Cerita yang tidak
mungkin kulupa
Cerita terindah dalam
hidupku didunia
Setiap hari begitu
terasa bahagia, begitu istimewa
Dia membuatku
menemukan siapa diriku sebenarnya
Membuatku jadi
semangat tuk terus melaju
Tuk membuat hidupku
begitu berarti
Terimakasih,
Hanya kata ini yang
bisa kuucapkan
Atas semua hal yang
telah kau beri untukku
Semua cerita yang
kita ukir bersama
Cerita itu membuatku
merasa sempurna
Cerita indah yang
membuat hatiku menari
Membuatku tersenyum
selalu setiap waktu
Terimakasih kembali
kuucapkan
Kepadamu sang
bidadari hati
Seseorang yang telah
menyinari hidupku ini.
4 Mei 2015
macam macam sastra
20.09
No comments
MACAM-MACAM SASTRA
Dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu :
Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan panjang tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi.
Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan bahasa yang singkat dan padat serta indah.
Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa.
Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog. Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang dipentaskan.
Dilihat dari isinya, sastra terdiri atas 4 macam, yaitu :
Epik, karangan yang melukiskan sesuatu secara obyektif tanpa mengikutkan pikiran dan perasaan pribadi pengarang.
Lirik, karangan yang berisi curahan perasaan pengarang secara subyektif.
Didaktif, karya sastra yang isinya mendidik penikmat/pembaca tentang masalah moral, tatakrama, masalah agama, dll.
Dramatik, karya sastra yang isinya melukiskan sesuatu kejadian(baik atau buruk) denan pelukisan yang berlebih-lebihan.
Dilihat dari sejarahnya, sastra terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a) Kesusastraan Lama, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat lama dalam sejarah bangsa Indonesia. Kesusastraan Lama Indonesia dibagi menjadi :
Kesusastraan zaman purba,
Kesusastraan zaman Hindu Budha,
Kesusastraan zaman Islam, dan
Kesusastraan zaman Arab – Melayu.
b) Kesusastraan Peralihan, kesusastraan yang hidup di zaman Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Karya-karya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi ialah :
Hikayat Abdullah
Syair Singapura Dimakan Api
Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jeddah
Syair Abdul Muluk, dll.
c) Kesusastraan Baru, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat baru Indonesia. Kesusastraan Baru mencangkup kesusastraan pada Zaman :
Balai Pustaka / Angkatan 20
Pujangga Baru / Angkatan 30
Jepang
Angkatan 45
Angkatan 66
Mutakhir / Kesusastraan setelah tahun 1966 sampai sekarang
MENURUT :
Pujangga Lama
Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di Indonesia di dominasi oleh syair , pantun , gurindam dan hikayat .
a. syair
Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak . Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).
b. pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan . Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), ber sajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.
Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi . Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).
11 Apr 2015
sastra pujangga lama
16.01
No comments
Angkatan Pujangga Lama
sediakan dalam bentuk tabel:
| PUJANGGA LAMA | ||
| jenis sastra | penulis karya sastra | karya satra |
| SEJARAH | raja ali haji | bingkisan berharga |
| Malay Annals | Sejarah Melayu | |
| HIKAYAT | ||
| Hikayat Abdullah | ||
| Hikayat Aceh | ||
| Hikayat Amir Hamzah | ||
| Hikayat Kalila dan Damina | ||
| Hikayat Masydulhak | ||
| Hikayat Pandawa Jaya | ||
| Hikayat Andaken Penurat | ||
| Hikayat Pandja Tanderan | ||
| Hikayat Bayan Budiman | ||
| SYAIR | ||
| Syair Bidasari | ||
| Syair Hukum Nikah karya Raja Ali Haji | ||
| Syair Ken Tambuhan | ||
| Syair Siti Shianah karya Raja Ali Haji | ||
| Syair Sultan Abdul Muluk karya Raja Ali Haji | ||
| Syair Raja Mambang Jauhari | ||
| Syair Suluh Pegawai karya Raja Ali Haji | ||
| Syair Raja Siak | ||
| GURINDAM | ||
| Raja Ali Haji | Gurindam Dua Belas | <|
| KITAB AGAMA | ||
| oleh Hamzah Fansuri | Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) | |
| oleh Hamzah Fansuri | Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) | |
| oleh Syamsuddin Pasai | Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) | |
| oleh Nuruddin ar-Raniri | Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) | |





